Cara Membuat Belajar Terasa Seperti Bermain
Ketika mendengar kata “belajar”, apa yang pertama kali kamu bayangkan? Membaca buku tebal? Mengerjakan banyak soal? Meng...
Pernahkah kamu belajar banyak sekali karena besok ada ujian? Buku dibuka, catatan ditumpuk, lalu kamu mencoba menghafalkan semuanya dalam satu malam. Kadang cara ini memang bisa me...
Pernahkah kamu belajar banyak sekali karena besok ada ujian? Buku dibuka, catatan ditumpuk, lalu kamu mencoba menghafalkan semuanya dalam satu malam. Kadang cara ini memang bisa membantu kita mengingat beberapa hal. Tetapi biasanya, beberapa hari kemudian kita mulai lupa lagi.
Ternyata, belajar sedikit demi sedikit setiap hari justru bisa membuat kita lebih mudah memahami dan mengingat pelajaran.
Bayangkan kamu ingin membangun sebuah rumah dari balok mainan. Kalau kamu meletakkan semua balok sekaligus tanpa aturan, rumahnya mungkin mudah roboh. Tetapi kalau kamu menyusunnya satu per satu dengan hati-hati, bangunannya akan menjadi lebih kuat.
Belajar juga seperti itu.
Daripada belajar tiga jam sekaligus dalam satu hari, kamu bisa mencoba belajar sekitar 20–30 menit setiap hari. Misalnya hari Senin membaca materi, hari Selasa mengerjakan latihan, lalu hari Rabu mencoba kuis untuk melihat apakah kamu masih mengingatnya.
Dengan cara ini, otak mendapatkan kesempatan untuk memproses informasi secara bertahap.
Kamu juga tidak harus selalu belajar dengan membaca buku. Ada banyak cara belajar yang bisa membuat kegiatan belajar terasa lebih menyenangkan. Kamu bisa menonton video pembelajaran, membuat mind map, bermain kuis, berdiskusi dengan teman, atau mencoba menjelaskan materi kepada orang lain.
Salah satu cara sederhana untuk mengetahui apakah kamu sudah memahami suatu pelajaran adalah mencoba menjelaskannya dengan bahasamu sendiri.
Misalnya kamu baru belajar tentang fotosintesis.
Cobalah berkata:
“Fotosintesis adalah cara tumbuhan membuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari.”
Kalau kamu bisa menjelaskannya dengan sederhana tanpa terlalu sering melihat buku, berarti kamu mulai memahami materinya.
Kamu juga bisa membuat target belajar kecil.
Contohnya:
“Hari ini aku ingin memahami perkalian pecahan.”
Target seperti ini lebih mudah dilakukan dibandingkan mengatakan:
“Hari ini aku harus menguasai semua matematika!”
Jangan lupa memberikan waktu istirahat kepada otak. Setelah belajar sekitar 25–30 menit, berdirilah sebentar, minum air putih, berjalan beberapa langkah, atau melihat ke luar jendela.
Istirahat bukan berarti malas. Otak juga membutuhkan waktu untuk kembali segar.
Yang paling penting, jangan membandingkan kecepatan belajarmu dengan teman lain. Ada anak yang cepat memahami matematika, tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar bahasa. Ada juga yang hebat dalam membaca, menggambar, olahraga, atau ilmu pengetahuan.
Setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda.
Mulailah dengan kebiasaan sederhana: belajar sedikit, tetapi dilakukan secara rutin.
Karena kemampuan hebat tidak selalu muncul dari belajar sangat lama dalam satu hari. Sering kali, kemampuan itu tumbuh dari langkah-langkah kecil yang dilakukan terus-menerus.
Tantangan Faraku: Pilih satu pelajaran hari ini, belajar selama 20 menit, kemudian coba jawab lima soal tanpa melihat catatan. Berapa soal yang berhasil kamu jawab?
Referensi tambahan untuk melanjutkan belajar, mengajar, atau mengelola workspace Faraku.
Ketika mendengar kata “belajar”, apa yang pertama kali kamu bayangkan? Membaca buku tebal? Mengerjakan banyak soal? Meng...
Saat guru memberikan pertanyaan di kelas, pernahkah kamu sebenarnya tahu jawabannya tetapi takut mengangkat tangan? Mung...
Bagaimana cara mengajarkan kepada anak untuk berpikir kritis sejak dini? Yuk, simak pembahasan lengkapnya pada artikel berikut ini!
Artikel ini membahas tentang kecerdasan intrapersonal (self smart) pada anak dan bagaimana cara orang tua menstimulasinya.
Cara belajar matematika dengan mudah adalah dengan memahami konsep dasar di balik setiap rumus, bukan sekadar menghafalkannya.