Beranda Belajar Bimbel Quiz Games Untuk Pengajar Sekolah Tentang
Join Masuk Daftar Gratis
Tips & Trik

Kenapa Kita Tidak Perlu Takut Salah Saat Belajar?

Saat guru memberikan pertanyaan di kelas, pernahkah kamu sebenarnya tahu jawabannya tetapi takut mengangkat tangan? Mungkin kamu berpikir: “Bagaimana kalau jawabanku salah?” “Atau...

Tips Belajar

Saat guru memberikan pertanyaan di kelas, pernahkah kamu sebenarnya tahu jawabannya tetapi takut mengangkat tangan?

Mungkin kamu berpikir:

“Bagaimana kalau jawabanku salah?”

“Atau nanti teman-teman tertawa?”

Perasaan seperti itu sangat wajar. Tetapi tahukah kamu bahwa melakukan kesalahan sebenarnya merupakan salah satu bagian penting dari proses belajar?

Bayangkan saat pertama kali belajar naik sepeda. Hampir tidak ada orang yang langsung bisa mengendarainya dengan sempurna. Kita mungkin kehilangan keseimbangan, salah mengarahkan setang, atau harus menurunkan kaki berkali-kali.

Tetapi dari kesalahan itulah kita belajar.

Belajar matematika, bahasa, IPA, atau pelajaran lainnya juga sama.

Misalnya kamu menjawab:

7 × 8 = 54.

Kemudian setelah diperiksa, ternyata jawabannya adalah 56.

Kesalahan tersebut memberi tahu kita bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Setelah mengetahui jawaban yang benar, kemungkinan besar kamu akan lebih berhati-hati saat menemukan soal yang sama.

Kesalahan bisa menjadi petunjuk.

Daripada hanya berkata, “Aku salah,” cobalah bertanya:

“Bagian mana yang membuatku salah?”

“Apakah aku salah menghitung?”

“Apakah aku belum memahami rumusnya?”

“Apa yang bisa aku lakukan supaya tidak mengulanginya?”

Pertanyaan seperti ini membuat kesalahan berubah menjadi kesempatan belajar.

Orang-orang hebat pun pernah melakukan banyak kesalahan.

Ilmuwan bisa melakukan percobaan berkali-kali sebelum menemukan hasil yang tepat. Pemain sepak bola bisa gagal mencetak gol. Programmer bisa membuat kode yang error. Penulis bisa menulis cerita yang kemudian harus diperbaiki.

Mereka menjadi lebih baik bukan karena tidak pernah salah, tetapi karena mau belajar dari kesalahan.

Saat menggunakan kuis di Faraku, misalnya, jangan hanya memperhatikan nilai akhirnya.

Kalau kamu mendapat nilai 70, lihat kembali pertanyaan yang jawabannya salah. Pelajari alasan jawaban yang benar. Setelah itu, coba kerjakan kembali beberapa waktu kemudian.

Dengan begitu, nilai 70 tadi justru membantu kamu menemukan bagian yang perlu dipelajari lagi.

Kamu juga bisa memiliki sebuah Buku Kesalahan Pintar.

Tuliskan tiga hal sederhana:

1.      Soal yang salah.

2.      Mengapa kamu menjawab salah.

3.      Cara mendapatkan jawaban yang benar.

Setelah beberapa minggu, kamu bisa melihat kembali buku tersebut. Kamu mungkin akan terkejut karena banyak soal yang sebelumnya sulit ternyata sekarang terasa mudah.

Yang perlu kamu ingat adalah:

Salah menjawab bukan berarti kamu tidak pintar.

Salah menjawab berarti kamu sedang menemukan sesuatu yang belum kamu kuasai.

Jadi lain kali ketika guru bertanya, jangan terlalu takut mencoba.

Angkat tangan.

Berikan jawaban terbaikmu.

Kalau ternyata salah, kamu mendapatkan kesempatan untuk belajar sesuatu yang baru.

Tantangan Faraku: Ingat satu kesalahan yang pernah kamu lakukan saat belajar minggu ini. Apa hal baru yang kamu pelajari dari kesalahan tersebut?