Cara Membuat Belajar Terasa Seperti Bermain
Ketika mendengar kata “belajar”, apa yang pertama kali kamu bayangkan? Membaca buku tebal? Mengerjakan banyak soal? Meng...
Ketika mendengar kata “belajar”, apa yang pertama kali kamu bayangkan?
Membaca buku tebal?
Mengerjakan banyak soal?
Menghafalkan catatan?
Belajar memang kadang membutuhkan kegiatan tersebut. Tetapi belajar tidak harus selalu terasa membosankan. Banyak hal bisa dipelajari melalui permainan.
Coba perhatikan saat kamu memainkan sebuah game.
Biasanya ada tantangan, poin, level, hadiah, serta tujuan yang harus diselesaikan. Karena ingin mencapai level berikutnya, kita menjadi lebih bersemangat untuk terus mencoba.
Konsep yang sama bisa digunakan untuk belajar.
Misalnya kamu sedang belajar perkalian.
Buatlah tantangan:
“Berapa banyak soal perkalian yang bisa aku jawab dengan benar dalam lima menit?”
Hari ini mungkin kamu mendapatkan 12 jawaban benar. Besok cobalah mencapai 15.
Tanpa sadar, kamu sedang berlatih matematika sambil mencoba mengalahkan skor milikmu sendiri.
Kamu juga bisa menggunakan sistem poin.
Contohnya:
Membaca satu materi = 10 poin.
Menyelesaikan lima soal = 20 poin.
Mendapat nilai kuis di atas 80 = 30 poin.
Belajar selama lima hari berturut-turut = bonus 50 poin.
Setelah mencapai 200 poin, kamu boleh mendapatkan hadiah sederhana seperti memilih film keluarga yang ingin ditonton atau melakukan aktivitas favorit.
Belajar bersama teman juga bisa dibuat seperti permainan.
Cobalah membuat kuis bergantian. Satu orang menjadi pembuat soal, kemudian teman lainnya menjawab. Setelah lima pertanyaan, tukarkan peran.
Kamu bahkan bisa membuat kartu pertanyaan sendiri.
Pada bagian depan kartu tuliskan:
“Apa ibu kota Indonesia?”
Kemudian pada bagian belakang:
“Jakarta.”
Kartu seperti ini disebut flashcard. Selain untuk pelajaran IPS, flashcard juga bisa digunakan untuk kosakata bahasa Inggris, rumus matematika, bagian tubuh manusia, nama planet, dan masih banyak lagi.
Di Faraku, konsep belajar sambil bermain juga bisa ditemukan melalui kuis dan aktivitas interaktif. Kamu bisa mencoba soal, mendapatkan hasil, kemudian mengulang materi yang belum dikuasai.
Tetapi ada satu hal penting.
Tujuan utama bukan hanya mendapatkan poin tertinggi.
Tujuan utamanya adalah memahami sesuatu yang sebelumnya belum kamu ketahui.
Kalau mendapatkan skor kecil, jangan langsung kecewa. Anggap saja seperti sebuah permainan ketika karaktermu belum berhasil melewati suatu level.
Apa yang biasanya kamu lakukan?
Mencoba lagi.
Begitu juga dengan belajar.
Pelajari kembali materi, cari tahu bagian yang salah, kemudian ulangi tantangannya.
Belajar akan terasa jauh lebih menyenangkan ketika kita melihatnya sebagai petualangan.
Setiap bab adalah level baru.
Setiap kuis adalah tantangan.
Setiap kesalahan adalah kesempatan mencoba kembali.
Dan setiap hal baru yang kamu pahami adalah sebuah pencapaian.
Tantangan Faraku: Buat tantangan belajarmu sendiri hari ini. Tentukan satu pelajaran, satu target, dan skor yang ingin kamu capai.

